Ngopi#3, Sinergi Subkultur dan Religi: Bedah Buku "Punk Kok Muslim" di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
YOGYAKARTA – Lantai 1 Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi saksi diskusi hangat yang mempertemukan semangat subkultur dengan nilai-nilai spiritualitas. Pada Senin (20/4/2026), mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, Komunitas Book Club Perpustakaan menggelar agenda rutin NGOPI (Ngobrol Pintar).
Diskusi kali ini mengangkat tema yang cukup provokatif namun akademis, yakni membedah buku karya Taufiqurrahman yang berjudul "Punk kok Muslim: Tinjauan Antropologi Saling Pengaruh Punk dan Kesalehan di Jawa."
Acara yang berlangsung secara interaktif ini dipandu oleh Husnul Baidi, S.Pd. selaku moderator. Diskusi menjadi semakin tajam dengan kehadiran Kudil Muhammad, S.IP. sebagai pembedah buku.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam bedah buku ini meliputi:
- Negosiasi Identitas: Bagaimana pemuda di Jawa memadukan estetika dan etos punk (perlawanan, kemandirian) dengan praktik kesalehan Islam.
- Tinjauan Antropologis: Melihat fenomena "Punk Muslim" bukan sebagai kontradiksi, melainkan sebagai bentuk ekspresi keberagamaan yang unik di tanah Jawa.
- Ruang Ketiga: Bagaimana komunitas ini menciptakan ruang baru di luar narasi konservatif maupun narasi punk konvensional.
"Buku ini menantang stigma negatif masyarakat terhadap atribut punk, sekaligus memperlihatkan bahwa kesalehan bisa tumbuh di ruang-ruang yang sering dianggap marginal," ujar Kudil Muhammad dalam pemaparannya.
Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga memanfaatkan platform digital secara maksimal. Acara ini disiarkan secara langsung melalui:
- Instagram Live: @perpustakaan_uin_suka
- YouTube Channel: Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
Antusiasme peserta terlihat tidak hanya dari mereka yang hadir secara fisik di lokasi, tetapi juga dari rentetan pertanyaan yang masuk melalui kolom komentar media sosial. Kegiatan NGOPI ini diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk mendiskusikan literatur-literatur kritis dengan cara yang santai namun tetap berisi.
(Tim Medsos)
















