NGOBROL PINTAR (NGOPI) #2, DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA
Book Club Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga kembali menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi)#2. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari hari Senin 9 Februari 2026 ini bertema Islam dan Sains: Reevaluasi Paradigma Integrasi dalam Konteks Modern. Tiga buah buku yang dibahas pada Ngopi kali ini, pertama, Agama dan Sains karya Ach Fatayillah Mursyidi, kedua Memahami Sains Modern karya Nidhal Guessoum, dan ketiga, Islam dan Sains Modern karya Nidhal Guessoum. Adapun pembahas yang dihadirkan yaitu: Luqman Fauzi, Lc., mahasiswa Magister Filsafat Universitas Gadjah Mada, dan Faris Ihza Adli Naufal, S.H., mahasiswa Magister Ilmu Syari’ah UIN Sunan Kalijaga.
Luqman Fauzi, Lc membahas buku Memahami Sins Modern. Ia menyampaikan ujuan utama penulisan buku ini adalah mengedukasi umat Islam yang masih memandang bahwa satu-satunya cara memahami Al-Qur’an adalah secara literal. Hal lain dari buku ini yaitu terkait pendekatan “integrasi sains dan agama” yang selama ini populer sering kali jatuh pada cocokologi, yaitu memaksakan ayat agar sesuai dengan temuan sains tanpa metodologi yang kuat. Selain itu, menurutnya Guessoum mengkritik kecenderungan penafsiran Al-Qur’an yang terlalu literal, khususnya ketika berhadapan dengan isu-isu sains.
Adapun buku Agama dan Sains karya Ach. Fatayillah Mursyidi dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pertama terkait akar filosofis yang melatarbelakangi perdebatan antara sains dan agama, kedua terkait sejarah perdebatan sains dan teologi dari sudut pandang keagamaan, dan ketiga terkait proposal baru hubungan agama dan sains, yaitu kolaborasi non-integral atau kerjasama agama dan sain.
Faris Ihza Adli Naufal, S.H. membahas buku Islam dan Sains Modern. Ia menyampaikan motivasi Guessoum menulis buku ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi umat Islam saat ini yang dipandang tertinggal dalam bidang sains, yang dikarenakan cara umat Islam memandang sains itu sendiri. Salah satu problem besar adalah ketakutan sebagian umat Islam untuk menafsirkan AlQur’an secara mendalam, karena kesuciannya dianggap tidak boleh “disentuh” oleh pendekatan rasional.
Guessoum menawarkan solusi dalam menghadapi keterbelakangan umat Islam: 1. Reafirmasi konsep sunnatullah, bahwa hukum alam adalah ketetapan Allah yang dapat dipelajari melalui sains. 2. Metodologi sains bersifat universal, tidak ada dikotomi antara “sains Islam” dan “sains Barat”. Rekonsiliasi antara iman dan sains sangat bergantung pada cara membaca Al-Qur’an, hadis, dan teks-teks klasik, apakah secara kaku atau kontekstual.
Pada bagian akhir “Ngopi” dibuka sesi tanya jawab, dan beberapa audiens mengajukan pertanyaan, antara lain Apakah Islam dan sains harus selalu dirujukkan pada teks, ataukah keduanya dapat berjalan beriringan dengan wilayah masing-masing, apa keunggulan dan kekurangan buku-buku yang dibahas dalam diskusi ini, dan bagaimana menyikapi fenomena ayatisasi Al-Qur’an. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada kedua narasumber dan foto bersama narasumber, panitia, dan semua peserta.
Pemustaka dapat menengikuti kembali kegiatan Ngopi #1 dengan mengakses IG @perpusuinyogyakarta, karena setiap kegiatan Ngopi ini selalu dilaksanakan secara live IG. Book Club merupakan sebuah komunitas pecinta buku yang beranggotakan mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beberapa di antara anggota Book Club juga berasal dari mahasiswa Magang Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. (TimMedsos)
















